Pertanyaan pertama orang yang membuka klasemen Liga Champions sekarang biasanya sama: grupnya mana. Jawabannya, tidak ada. Seluruh 36 tim berada dalam satu tabel, masing-masing memainkan delapan pertandingan melawan delapan lawan yang berbeda. Cara membaca tabel itu berubah total.
Dari 32 tim delapan grup, menjadi 36 tim satu tabel
Format lama menempatkan 32 tim ke dalam delapan grup berisi empat tim, saling bertemu kandang dan tandang. Dua teratas tiap grup lolos. Yang perlu kamu perhatikan hanya tiga tim lain di grupmu.
Format sekarang menghapus grup sepenuhnya. Tiga puluh enam tim berada dalam satu daftar peringkat, dan posisi sebuah tim ditentukan oleh perbandingan dengan 35 tim lain, bukan tiga.
Delapan pertandingan, delapan lawan berbeda
Setiap tim memainkan delapan laga: empat kandang dan empat tandang. Lawannya ditentukan lewat undian yang mengambil dari beberapa tingkat unggulan, sehingga tiap tim menghadapi lawan dari setiap tingkat.
Akibat langsungnya: dua tim dengan poin sama bisa saja belum pernah bertemu dan menghadapi delapan lawan yang sepenuhnya berbeda. Ini perbedaan paling mendasar dari klasemen liga domestik, tempat semua tim menghadapi lawan yang sama persis.
Karena itu, membandingkan dua tim di tabel ini perlu satu langkah tambahan: melihat siapa yang mereka hadapi, bukan hanya berapa poin yang mereka kumpulkan.
Peringkat akhir menentukan tiga nasib
- Peringkat 1 sampai 8 — langsung ke babak 16 besar
- Peringkat 9 sampai 24 — masuk babak playoff dua leg; delapan pemenang bergabung di 16 besar
- Peringkat 25 sampai 36 — musim Eropa berakhir
Poin terakhir sering mengejutkan pembaca yang terbiasa dengan format lama. Dulu tim peringkat tiga grup turun ke kompetisi Eropa kedua. Jalur itu tidak ada lagi. Peringkat 25 ke bawah berarti selesai.
Dua garis yang benar-benar berarti
Dalam tabel sepanjang 36 baris, sebagian besar perpindahan peringkat tidak mengubah apa pun. Yang menentukan hanya dua garis.
Garis pertama antara peringkat 8 dan 9: memisahkan lolos langsung dari harus bermain dua laga tambahan. Garis kedua antara peringkat 24 dan 25: memisahkan masih hidup dari selesai.
Naik dari peringkat 15 ke 14 hampir tidak berarti apa-apa. Naik dari peringkat 9 ke 8 mengubah keseluruhan sisa musim tim itu.
Tiebreaker: kenapa bukan head-to-head
Ketika poin sama, urutan pertama yang dipakai adalah selisih gol, lalu jumlah gol, kemudian gol tandang, lalu jumlah kemenangan.
Head-to-head tidak berada di urutan atas karena dalam format ini dua tim berpoin sama umumnya tidak pernah saling berhadapan. Tidak ada catatan pertemuan untuk dijadikan dasar. Ini kebalikan dari banyak liga domestik yang menaruh head-to-head di urutan awal.
Setelah tabel selesai
Enam belas tim yang tersisa memasuki babak gugur dua leg sampai semifinal, dengan final satu pertandingan di tempat netral. Peringkat di tabel tetap berpengaruh: tim dengan peringkat lebih baik memainkan leg kedua di kandang sendiri, dan itu berlaku pada beberapa babak.
Kesimpulan
Tidak ada grup. Tiga puluh enam tim, satu tabel, delapan laga melawan lawan yang berbeda-beda. Peringkat 1 sampai 8 lolos langsung, 9 sampai 24 bermain playoff, 25 ke bawah selesai tanpa jalur ke kompetisi lain. Saat poin sama, selisih gol yang dipakai lebih dulu, bukan head-to-head, karena kedua tim biasanya belum pernah bertemu.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah tim peringkat bawah turun ke kompetisi Eropa kedua
Tidak lagi. Dalam format ini peringkat 25 sampai 36 mengakhiri musim Eropanya, tanpa jalur turun ke kompetisi lain.
Kenapa dua tim berpoin sama sulit dibandingkan
Karena keduanya menghadapi delapan lawan yang berbeda. Tabel menunjukkan peringkat, tetapi tidak menunjukkan tingkat kesulitan jadwal masing-masing. Kalender fase liga tiap tim, dan cara membacanya, ada di artikel jadwal Liga Champions.
Apa untungnya finis di peringkat 8 dibanding 9
Peringkat 8 lolos langsung ke 16 besar, peringkat 9 harus memainkan dua laga playoff lebih dulu. Satu peringkat di titik itu berarti dua pertandingan tambahan.